selamat malam..
lagi-lagi saya harus menatap layar ini..
membiarkan jari-jari saya menari lagi di atas deretan huruf-huruf tak beraturan ini..
menyusun kata lagi, merangkai kalimat lagi..
tadinya saya ingin tutup mata, tutup telinga, tutup mulut..
tak mau lagi melanjutkan ini..
terlalu menyakitkan, terlalu mengerikan..
tapi saya lupa bahwa ada 1 organ yang tidak bisa saya tutup, HATI..
hati saya masih mendengar rintihan mereka..
hati saya juga masih melihat menderitanya mereka..
mereka yang kini terbujur kaku di segitiga hijau kota hujan itu..
Masya Allah..
ketika tulisan ini saya buat pun kepala saya seperti dihantam benda keras, sakit..
seperti memikul beban luar biasa berat..
"mereka" ingin saya membahasakan lagi apa yang saya lihat, apa yang saya dengar..
satu kata yang terjadi pada diri saya saat ini..
"merinding"
i think i'm totally insane!
tapi lagi-lagi, nurani terketuk untuk melanjutkan semuanya..
saya sadar, Allah memperlihatkan semua ini kepada saya untuk tujuan mulia..
tidak seharusnya saya mengeluh, tidak semestinya saya tidak mempedulikan mereka..
saya sudah melihat dari awal..
jadi saya harus menyelesaikannya..
sekali lagi, ini hanya tulisan saya..
tanpa makna, tanpa maksud menyindir, tanpa mengatasnamakan siapapun..
hanya saya dan Allah saja..
kebaikan Allah untuk memperlihatkan semuanya kepada saya dan kewajiban saya untuk mengikuti mauNya..
membahasakan ini lagi dengan cara sederhana..
membahasakan penglihatan saya dalam rangkaian kata..
mari berdoa saudaraku..
mari doakan mereka untuk memudahkan jalan mereka kembali padaNya..
Bismillahirahmanirahim..
masih di sisi segitiga hijau di kota hujan..
hari ini beberapa muntahan "isi perut" si "burung besar" berhasil ditemukan..
mereka telah di angkat dan ditempatkan di tempat yang lebih layak..
masih beberapa, belum semuanya..
lalu kemana yang lain?
kenapa "orang-orang" itu tidak mengangkat semuanya?
jawabannya masih samar, dengan banyak versi menurut "orang"nya masing-masing..
salah satu jawabannya "medannya sulit"
ya..memang sulit dijangkau..
tapi jeritan itu, tangisan itu, rintihan itu, penderitaan itu, ketakutan itu, semuanya lebih dari sekedar "sulit"..
MEMILUKAN..
ya..itu lah kata yang mewakili semuanya..
"kenapa kalian tak kembali ke tempat di mana seharusnya jiwa kalian berada?",tanyaku..
salah seorang di antara mereka menjawab, "tolong kami, kami ingin bersama keluarga kami"
Ya Tuhan..bagaimana bisa?
jiwa mereka telah terpisah dari raganya..
"bagaimana bisa kalian bersama keluarga kalian dalam keadaan yang sudah berbeda?",tanyaku lagi..
seorang pria setengah baya menjawab "bukan *bersama* dalam arti sebenarnya, yang kami maksud adalah kami ingin dikembalikan kepada keluarga kami, agar mereka tau bahwa kami benar-benar sudah tak ada lagi di dunia ini, kami ingin jasad kami dikembalikan kepada mereka..tolong temukan kami, utuh atau salah satu bagiannya"
aku tertegun..
ambigu..
"merinding"
suara-suara itu menyatu, mereka semua bicara, terdengar seperti suara lebah yang sedang berkumpul dengan kawanannya..
bagaimana bisa?
bagaimana bisa aku membantu mereka?
aku mungkin hanya bisa mendengar, hanya bisa melihat, hanya bisa membahasakan apa yang aku lihat dan aku dengar..
aku tidak bisa bertindak..
Ya Allah..harus beginikah caraMu mengambil mereka?
apa yang dikatakan oleh pria asing itu?
ia mencoba mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti maksudnya..
"katakan, katakan maksudmu, pak..katakan sesuatu yang bisa aku mengerti"
namun ia kemudian memilih diam dan berhenti bicara karena aku tak mengerti maksudnya..
Masya Allah..
seorang perempuan cantik tersenyum..
ia tidak meminta apa-apa selain doa..
bisik lirihnya terbaca "tolong doakan kami, agar kami ikhlas meninggalkan dunia ini..mungkin memang harus begini caranya..semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada keluarga kami"
kalimat tulus perempuan itu berbuah anggukan dari yang lain..
ya..mereka hanya ingin didoakan..
permintaan yang begitu sederhana..
perempuan itu mewakili semuanya..
siapakah dia?
senyum manisinya itu..tulus sekali..
dia tidak terluka, tapi kenapa dia "berbeda"?
perempuan itu kemudian berkata sambil menunjuk ke suatu tempat..
"lihat itu, itu jasadku, mba..lukaku parah kan?"
aku melihat ke tempat yang ia maksud..
Astagfirullahaladzim..
perempuan itu..perempuan itu terluka parah..
cairan merah hampir menutupi sekujur tubuhnya..
wajahnya hampir tak bisa dikenali..
dan..salah satu tangannya hampir terlepas dari tubuhnya..
aku melihat kembali wajah cantik itu..ia tersenyum dan berkata
"aku sudah mengikhlaskan diriku untuk kembali padaNya mba..inilah aku sekarang..
tolong doakan aku, tolong doakan kami semua yang ada di sini"
aku diam, tak ada 1 katapun yang meluncur dari bibirku..
mulutku merapat, tak mampu lagi bicara..
ternyata begini..
aku kemudian berusaha menyampaikan sesuatu..
hanya sedikit yang bisa aku katakan..
dan kata-kata itu pun meluncur begitu saja..
"insyaallah saya akan mendoakan kalian..semoga keluarga kalian diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan untuk melepaskan kepergian kalian..semoga mereka di luar sana juga berkenan mendoakan kalian..semoga Tuhan menempatkan kalian di tempat terbaik di sisiNya..beristirahatlah dalam damai"
mereka tersenyum, mereka mengangguk dan berucap "terima kasih"
tak ada lagi tangisan itu, tak ada lagi jeritan itu, tak ada lagi rintihan itu..
mereka kini terbebas dari penderitaan, dari kesakitan, dari kedinginan..
beristirahatlah dengan tenang, saudara-saudaraku..
semoga ini akhir dari cerita ini, tak ingin lagi ku dengar tangisan dan rintihan kalian..
bukan karena aku tak mau, tapi karena aku tak sanggup untuk itu..
aku tak tega..
Ya Allah Ya Rabb..aku yang lemah ini memohon segala kemuliaan dariMu untuk mereka..
tempatkanlah mereka di tempat terbaik di sisiMu..
hapuskan segala dosa mereka..
lakukan semua yang terbaik menurutMu untuk mereka dan untuk orang-orang yang mereka tinggalkan..
ini tulisanku untuk membahasakan maksudku..
hanya untuk sedikit berbagi cerita dari sisi yang berbeda..
semoga Allah memuliakan mereka, memuliakan kita semua..
Aamiinn..
Very Nice !
BalasHapusFurniture Rotan Sintetis