Jumat, 11 Mei 2012

chapter 110512, 18:46

astagfirullahalazim..
masyaallah..
cuma kata-kata itu yang terucap ketika gambaran mengerikan itu melintas di kepala..
Allah terlalu baik memberikan anugerah luar biasa ini..
aku diperlihatkan lebih dulu dan lebih banyak tentang sesuatu yang belum dilihat oleh banyak orang di luar sana..
tapi penglihatan itu selalu menimbulkan pergolakan batin yang tak kunjung selesai..
seperti saat ini, detik ini, di depan layar ini, bersama deretan huruf-huruf ini..
berusaha mengumpulkan potongan-potongan puzzle yang berceceran tentang cerita "si burung besar"..
ini hanya lah tulisan saya..
tak bermakna..
tak bermaksud menyesatkan..
hanya sebuah penglihatan yang tak terduga..
mungkin hanya ini caranya..
mencoba mengungkap sedikit "rahasia" yang tersembunyi di sana, di sisi kiri segitiga hijau di kota hujan itu..

here we go..

Bismillahirrahmanirrahim..

siang itu, 090512
seekor "burung besar" terbang dengan gagahnya di angkasa..
mengudara, melanglang buana dengan anggunnya..
beberapa waktu setelah "burung besar" itu mengudara, entah karena apa ia seperti kehilangan kemampuannya untuk mengepakkan sayap-sayapnya..
burung itu mencoba terbang lebih rendah, tidak lagi mendekati angkasa, tapi di pertengahan bumi..
saat itu asap putih menutupi segitiga hijau di kota hujan itu..
asap putih yang menghalangi pandangan sang "burung besar"..
terbang rendah dari biasanya tidak membuat "burung besar" itu kehilangan keanggunannya..
"si burung besar" tetap terbang, menembus asap putih itu dengan pasti..
namun saat asap putih itu berhasil ia lalui, tebing batu menghadang di depannya..
kenapa ini?
ia berusaha untuk terbang ke arah yang berlawanan..
terlambat..sayap kirinya menghantam dinding berbatu itu..
tabrakan keras..
"burung besar" kehilangan keseimbangannya..
kepalanya pun menghantam tempat yang sama..
"burung besar" itu "pingsan"..
jatuh tak berarah..
sayap kirinya patah..
"isi perutnya" dimuntahkan ke udara, terhempas pasrah..
"burung besar" pun tak berdaya untuk mengepakkan sayapnya seperti semula..
sayapnya terluka parah..
bagaimana ini??
ia jatuh..
raksasa udara itu jatuh terhempas menghantam hijaunya sisi segitiga..
tubuhnya rusak..
sayap kanan dan ekornya pun patah..
dan ia memuntahkan lagi "isi perutnya" untuk kedua kalinya..
mereka, "isi perutnya", terhempas tak berdaya..
menghantam bongkahan-bongkahan keras tak bergerak..
cairan merah itu menetes, mengalir deras..
teriakan itu..
memekik tak berarah..
melengking memecah hari..
mereka terhempas, terjepit, terhimpit, tertusuk, terbentur..
mereka..tidak bergerak..
"burung besar" hanya bisa melihat dan tak kuasa mengangkat isi perutnya lagi..
lukanya terlalu parah..
sakit..sakit sekali..mereka terluka..terluka parah..
"tolooonnnggg.."
"Ya Allah.."
"Tuhaaannn.."
"mamaaa.."
teriakan itu..entah ditujukan untuk siapa..
mereka di sana..menunggu, menahan sakit, mencoba bergerak sebisanya..
tapi luka itu terlalu parah..
kenapa banyak yang tak bergerak?
waktu tak menunggu..
ia terus berjalan, berputar dan berhasil membuat segalanya gelap..
gelap..sakit..dingin..
langit menangis..
air matanya menetes dengan derasnya membasahi segitiga hijau..
udara ini menusuk, membuat luka-luka itu semakin sakit..
membuat cairan merah yang basah itu mengering dan membeku..
mereka di sana..
masih menunggu..
entah sampai kapan..
"Ya Allah..tolong kirimkan bantuanmu untuk kami", ucap salah seorang di antara mereka..
namun ucapannya hanya berhenti di tenggorokannya..
karena setelah itu ia diam dan menutup mata..
seorang pria dengan seragam putih berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh beberapa orang di sekitarnya..
apakah dia minta tolong?
apakah dia mengadu kepada Tuhan?
apa?
apa yang ia katakan?
lalu seorang perempuan cantik, perempuan yang sebelumnya cantik, berbaju biru compang camping dengan luka parah di wajah cantiknya, mulai berucap, "Tuhan,tolong kami".."Mama..aku takut di sini..aku ingin pulang, Mama"
seorang pria dengan suara terbata-bata, susah payah membuka mulutnya untuk mengucapkan beberapa kata..
yang terdengar hanya "anak-anakku, maafkan ayah tidak bisa lagi menjaga kalian..tubuh ayah sakit sekali nak..Ya Allah tolong jaga keluargaku..kuatkan istriku untuk menjaga anak-anakku tanpa aku"
pria lagi..ia menangis tanpa suara..mungkin ia takut, atau mungkin ia kesakitan..tanpa kata, tak ada yang terucap..cairan merah mengalir deras dari kepalanya, ia sekarat..
 perempuan muda dengan seragam hitam, menangis, ketakutan menguasainya..
dengan pelan ia berkata "mama..mama..mama"
seorang pria terbaring lemah di sisi kanan sayap "sang burung besar"
masih muda..
ia berkata "ma, jaga mereka untuk papa"
pria lagi, setengah baya, meringis kesakitan..
Ya Allah, ia kehilangan salah satu bagian tubuhnya..
ia terjepit dan terhempas dengan kerasnya..
ia menyerah, lukanya terlalu parah..
ia pergi tanpa kata..

Ya Tuhan..
mencekam sekali..mengerikan sekali..

mereka masih di sana..
adakah yang menemukan mereka?
jiwa mereka masih di sana..
tapi hari ini, jiwa-jiwa itu melayang dan kembali kepada pemilikNya..
mereka tak kuasa melawan kehendakNya..
tak mampu menentang garis takdirNya..
mereka pasrah, tapi tidak menyerah..
Tuhan memilih bertindak karena ingin mengurangi penderitaan mereka..
membawa mereka pulang tanpa luka dan cairan merah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar