Assalamualaikum..
saya kembali lagi duduk di depan layar ini..
tapi kali ini tidak untuk bercerita panjang tentang mereka di sana..
hanya untuk meredakan pergolakan batin yang terjadi dalam diri saya..
kali ini saya hanya ingin "menetralkan" semuanya..
berkali-kali saya katakan bahwa ini hanya tulisan saya, berdasarkan atas apa yang saya lihat melalui "penglihatan" lain yang Allah anugerahkan kepada saya..
saya menulis bukan untuk membuat anda-anda yang membaca ini percaya kepada penglihatan saya, tapi hanya untuk berbagi cerita tentang "mereka"..
agar kita bisa sedikit merasakan apa yang mereka rasa..
saya bukan Tuhan, jadi saya tidak bisa memastikan apa yang saya lihat..
saya hanya "melihat" dan membahasakan apa yang saya lihat..
menulis 4 chapter tentang "si burung besar" membuat hati saya begitu terenyuh..
sakit sekali ketika saya harus "melihat" sesuatu yang begitu memilukan, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa..
hanya bisa membuka mata, telinga dan hati selebar-lebarnya untuk melihat, medengar dan merasakan apa yang mereka rasakan di luar sana..
saya masih sama seperti kalian, masih berharap ada yang bisa bertahan, tidak semuanya meninggal, saya masih menunggu keajaiban Allah kepada salah 1, atau 2, atau 3 atau lebih..
saya masih berharap yang saya lihat itu salah, sama seperti harapan keluarga-keluarga korban di luar sana..
saya masih menganggap apa yang saya lihat hanya lah sebagian saja..
saya masih berpikir bahwa Allah hanya memperlihatkan sebagian rahasiaNya kepada saya..
saya masih berharap ada bagian lain yang tidak saya lihat, yaitu mereka yang selamat..
saya masih berharap Allah berkenan memperlihatkan sedikit rahasiaNya lagi kepada saya untuk melihat lebih banyak lagi tentang mereka yang masih bernyawa..
saya masih dan akan terus berharap sampai bapak-bapak yang bertugas di luar sana memastikan kebenarannya..
saya masih berharap yang terbaik untuk mereka..
"mereka" yang "berbicara dan menemui" saya beberapa hari ini mungkin mereka yang memang sudah tidak ada..
tapi saya ingin meyakini bahwa keajaiban Allah selalu ada..
saya masih ingin melihat ada yang selamat..
salah seorang dari "mereka" sempat berbincang dengan saya, hari ini, menjelang pagi tadi..
seorang pria, mungkin 40 tahunan, kulit coklat, namun saya tidak bisa menebak apa warna pakaiaannya karena hampir seluruhnya ditutupi "cairan merah"..
ceritanya kira-kira begini..
"hmmm..waktu itu, saya, istri dan anak-anak saya pernah menonton sebuah film..film itu bercerita tentang kecelakaan sebuah pesawat..pada saat itu saya sempat berujar, "kasian ya korban-korbannya, keluarganya pasti sedih"..lalu istri saya menjawab "semoga kita tidak mengalami yang seperti itu ya, yah"..saya hanya tersenyum mendengar itu..tapi adik lihat saya sekarang? saya mengalami hal yang sama dengan film yang saya tonton, dan keluarga saya di luar sana masih harap-harap cemas menanti kabar tentang saya..bagaimana bisa saya menyampaikan kepada istri saya? bagaimana mereka? istri dan anak-anak saya pasti sedih..tapi saya bisa apa? sudah takdirNya saya harus begini..tolong doakan saya ya, dik..doakan keluarga saya juga"
bisa anda bayangkan bagaimana perasaannya?
bisa anda bayangkan seperti apa keluarganya?
saya tidak berani membayangkan..
terlalu menyesakkan..
mendengarnya saja membuat hati saya terenyuh..
Ya Allah..
hmmm..
mungkin hanya ini yang bisa saya ceritakan tentang ini..
semoga Allah memudahkan jalan mereka yang sudah tiada..
semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan..
semoga semua jenazah yang meninggal bisa segera ditemukan..
jika masih ada yang bernyawa, semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya untuk bertahan sampai tim penyelamat menemukannya..
dan semoga Allah melapangkan hati kita untuk terus berdoa untuk mereka..
semoga kalian beristirahat dengan tenang di sana..
Aamiinn..