Kamis, 10 Mei 2012

chapter 100512, 08:53

sisi kiri sebuah segitiga di kota hujan..
di situ, iya di situ..
dingin..berembun..
ya..mereka di sana..
meringkuk, berlindung, terhimpit, entah bagaimana menemukannya..
tapi mereka di sana, sekarat..
pohon-pohon tajam siap menusuk dan menyobek tubuh "si burung besar"
hantaman batu-batu itu berhasil menggoyahkan kepakan sayapnya..
"burung besar" itu terluka parah dan memuntahkan "isi perutnya"..
lalu salah satu dari mereka mencoba merangkak menjauhi puing-puing "burung besar" itu..
menembus dinginnya pagi untuk mencari sedikit harapan hidup..
luka parah di salah satu kakinya membuatnya sulit bergerak..
bahkan untuk merangkak pun ia sulit..
menderita..sakit sekujur tubuh..miris..
satu orang lainnya, tak bisa bergerak..
ia terjepit di bawah sayap sang burung..
hanya bibirnya yang terus menerus bergerak..
mungkin ia berdoa..
ya..ia berdoa..
air mata itu..ia takut..
hanya 2?kemana yang lain?kenapa tak bergerak?
tidur?pingsan?atau..
apa itu?samar-samar seperti tertutup kabut..
kenapa harus di sana?tak terlihat..
rintihan itu, tangisan itu seperti semakin menjauh..
tak lagi terdengar..
mata itu tertutup..
bibir itu membiru..
tubuh itu bergetar..
dingin..sangat dingin..
tiba-tiba dari sisi yang berlawanan, sebuah suara minta tolong terdengar lirih memecah dinginnya pagi..
tak ada yang mendengar, tak ada yang peduli..
mereka pun pasrah, menunggu keajaiban Tuhan yang bisa menyelamatkan mereka..
beberapa burung lain terbang hilir mudik di atasnya..
burung-burung besar itu tidak melihat keberadaan mereka..
teriakan mereka pun seolah tidak berguna, tak mampu menjangkau kuatnya deru suara alam..
mereka diam lagi, meringkuk lagi, menangis lagi dan berdoa lagi..
seperti inikah rasanya?
ketakutan menghadapi keputusasaan..
merintih pasrah..
banyak di antara mereka terbujur kaku seperti beku..
diam tak bergerak..
darah bercucuran, luka menyayat dan perih..
tak ada tanda-tanda kehidupan..
hanya luka yang bercerita..
pasti sakit..
"adakah seseorang yang akan menolong kami?", ucap lirih seorang wanita muda..
tak ada jawaban, bahkan alam pun tak memberikan tanda..sunyi..
mencekam, mengerikan, dingin, tangis lirih, ratapan harap, rintih kesakitan, semuanya bersatu..
seperti mimpi buruk yang belum berakhir..
ingin segera terjaga dari ini..
hanya harapan, masih dan terus berharap, semoga ada keajaiban untuk mereka..
karena mereka "tak terlihat", seperti tertutup kabut gelap..
biarkan alam yang memberikan tanda, karena suara-suara mereka menghilang dan lenyap di udara, tak mampu menembus cakrawala..
diam lebih baik sepertinya..
semoga segera terlihat..
keberadaan mereka di sana, ketakutan yang melingkupinya..
semoga semuanya baik-baik saja..
dan semoga mimpi buruk ini segera berakhir..
"burung besar" ini mungkin tidak bisa diselamtkan, tapi setidaknya mereka bisa mengumpulkan "isi perutnya" yang telah tumpah ruah mencium tanah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar