Assalamualaikum..
Bismillahirrohmanirrohim..
saya tidak tahu harus menyebut ini apa..
tapi beliau datang malam ini, dengan seragam coklat mudanya, lengkap dengan kopiah hitam, sepatu hitam dan tongkat hitam berkepala emas..
entah apa yang harus saya katakan..
semoga bisa menjadi bahan perenungan..
28 Oktober 1928
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia
"masih ingat tiga kalimat itu,nak?
dulu..tiga kalimat itu bermakna luar biasa untuk para pemuda..
hanya dengan tiga kalimat itu bisa mengobarkan dan membakar lagi semangat yang hampir meredup..
tiga kalimat yang dirumuskan dengan perjuangan, darah dan semangat persatuan
tiga kalimat yang membuat saya begitu bangga menjadi pemimpin bangsa ini..
tiga kalimat yang membuat saya merasa begitu hebat karena menjadi bagian dari bangsa ini..
tiga kalimat yang tak pernah padam dalam jiwa-jiwa para pemuda..
tiga kalimat yang membuat para pemuda bangsa ini rela mempertaruhkan nyawanya..
hanya untuk satu nama..
INDONESIA..
tiga kalimat itu terasa begitu megah pada waktu itu..
terlihat betapa kokohnya pertahanan bangsa ini melalui semangat para pemudanya..
terlihat betapa berkuasanya negara ini karena memiliki pemuda-pemuda yang sangat mencintai bangsanya..
tapi sekali lagi..
itu dulu..
DULU, nak..DULU..
sekarang?
tanyakan kepada anak-anak sekolah..
apakah mereka masih mengingat tiga kalimat ini?
apakah mereka masih mengingat kapan tiga kalimat ini dirangkai dengan sedemikian indahnya?
apakah mereka masih mengingat bagaimana perjuangan untuk merumuskan ini?
apakah mereka mengerti maksud yang tersirat dalam tiga kalimat ini?
rasanya tak perlu dijawab..
karena mungkin hanya akan memunculkan kekecewaan saya terhadap para pemuda yang ada pada saat ini..
haruskah saya marah?
entahlah..
tapi saya kecewa..
mana pemuda yang bermental baja?
mana pemuda yang mampu menerima hantaman keras?
mana pemuda yang berani memperjuangkan bangsanya?
mana pemuda yang pantang menyerah?
mana pemuda yang saya butuhkan untuk mengguncang dunia?
mana pemuda yang mampu mengubah masa depannya?
negeri ini terpuruk nak,jatuh terlalu dalam,lukanya pun terlalu parah..
entah harus dibenahi dari mana..
tiang-tiang kokoh yang dulu saya harapkan dapat bertahan melawan arus perubahan perlahan-lahan rapuh dan hancur..
siapa yang akan menopang bangsa ini?
dan apakah kau tau apa yang merusaknya, nak?
KEKUASAAN..
kekuasaan yang disalahgunakan..
saya marah?
tidak!
maaf untuk nada bicara yang tinggi dan suara yang sedikit lebih keras dari biasanya..
tapi ini wujud kekecewaan saya terhadap punggawa-punggawa bangsa ini..
siapa yang mewakili siapa?
rakyat yang mewakili penguasa, atau penguasa yang mewakili rakyat?
mana yang lebih baik?
dijajah bangsa asing atau dijajah bangsa sendiri?
menurut saya,yang kedua lebih baik..
ingin tahu alasannya?
karena saat dijajah bangsa asing dulu,seluruh rakyat Indonesia bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan terbebas dari jajahan..
tapi sekarang?
dijajah bangsa sendiri dan tercerai berai..
penguasa bangsa ini mementingkan kekuasaannya sendiri..
pernahkah berpikir tentang calon-calon pemuda harapan bangsa yang hidupnya serba kekurangan?
tanya mereka, para penguasa itu, kapan mereka akan memerdekakan bangsanya?
yang saya lihat,tidak ada lagi keinginan seperti itu dalam diri penguasa yang ada sekarang..
ingin tahu yang saya rasakan?
MALU!!
malu kepada mereka yang dulu memperjuangkan semua yang kalian nikmati saat ini..
saya terlalu berambisi untuk memerdekakan seluruh rakyat dan bangsa ini..
tapi tidak pernah terlintas di pikiran saya jika kemudian bangsa ini hancur oleh keserakahan penguasanya..
saya tidak menyesali semua yang telah diperjuangkan oleh para pemuda dan pahlawan-pahlawan bangsa..
tugas mereka telah selesai..
mempertahankan memang selalu lebih sulit dari pada merebut..
dulu yang diperjuangkan adalah kepentingan bersama,meredam ego dan berjuang bersama..
tapi sekarang memperjuangkan kepentingan dan ego pribadi hingga mengenyampingkan kemaslahatan bangsa..
SEPERTI INIKAH WUJUD INDONESIA TERCINTA?
entah siapa yang salah,tapi siapapun itu,bangsa ini harus segera dibenahi..
saya tidak meminta apa-apa selain harapan besar kepada para pemuda agar kembali pada pedoman sumpah pemuda..
ubahlah bangsa ini, anak-anakku..
perbaiki semua yang salah..
benahi semua yang tidak pada tempatnya..
selesaikan apa yang belum sempat saya dan mereka selesaikan..
lanjutkan perjuangan kami demi benih-benih bangsa selanjutnya..
jangan biarkan bangsa ini terpuruk seperti ini..
kesedihan saya,kekecewaan terbesar saya adalah jika bangsa ini harus hancur tanpa dijajah..
kalian pasti mengerti maksud saya..
saya akan sangat kecewa jika nanti anak cucu dan benih-benih bangsa selanjutnya tidak mengenal lagi bangsa ini..
ini INDONESIA kita,nak..
ini bangsa kita..
ini milik kita..
BANGSA INDONESIA INI MILIK KITA..
jagalah, perbaikilah, pertahankanlah..
anak-anakku, pemuda-pemudi harapan bangsaku, berbuatlah sesuatu,nak..
berjuanglah bersama..
kembalikan semangat yang sempat hilang..
anggaplah saya ayah yang memohon kepada anaknya..
buatlah saya dan mereka bangga kepada kalian..
biarkan mereka yang ingin menghancurkan bangsa ini,tapi jangan ikuti jejak mereka..
kalian mampu,kalian bisa dan saya percaya..
jadilah pemuda yang berguna untuk nusa dan bangsa..
jadikan momentum sumpah pemuda kali ini sebagai awal pencerahan dan langkah baru untuk Indonesia yang lebih baik, untuk Indonesia yang benar-benar merdeka"
"JADILAH MANUSIA-MANUSIA YANG TERBENTUK OLEH PROSES PENDEWASAAN ALAM..
YANG PERCAYA KEPADA DZAT YANG MAHA ESA,
MAHA TINGGI, MAHA SEMPURNA...
JADILAH MANUSIA TERBAIK YANG MAMPU MEMBENTUK MANUSIA-MANUSIA LAIN MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK..
JADILAH PEMUDA YANG BERANI BERMIMPI BESAR,
YANG BERANI MELANGKAH LEBIH JAUH,
YANG BERANI BERPIKIR LEBIH KERAS,
YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEGALA TINGKAH LAKUNYA..
JADILAH PEMUDA YANG BERILMU DAN BERAKHLAK MULIA..
DAN JADILAH PEMUDA YANG MAMPU MENJADI KEBANGGAAN BANGSA"
terdiam,merenung dan ingin menangis..
harapan besar telah beliau titipkan di bahu para pemuda yang ada sekarang..
tidak ada intro dan hanya sedikit penutup..
saya seperti kehilangan kata-kata..
semua kata terhenti di tenggorokan dan tak satupun yang mampu terucap..
semua kata terhenti di tenggorokan dan tak satupun yang mampu terucap..
melihat tatapan berkharismanya, mengorbankan wibawanya untuk memohon kepada pemuda-pemuda bangsanya..
dan yang paling saya ingat malam ini, mata tajam itu berkaca-kaca..
oh Bapak Bangsa..
di mata saya, Bapak selalu luar biasa..
terimakasih untuk malam ini..
ini renungan besar..