Sabtu, 10 November 2012

chapter 101112 00:01

Assalamualaikum wr.wb
Bismiilahirrahmanirrahim

selamat dini hari..
lagi-lagi harus kembali ke depan layar ini untuk menyampaikan pesan,
seperti biasa,menyampaikan kata yang tak terucap..
untuk kali ini saya menyebutnya

"RENUNGAN SUCI DI PERMULAAN HARI"

10 November 2012

"Assalamualaikum..selamat malam..
saya tidak datang sendiri malam ini..
lihat mereka nak?"

-entah kenapa hanya mendengar sapaan beliau dan melihat 12 sosok lain di belakangnya membuat air mata ini menetes begitu saja..Ya Rabbi..ini kah mereka dulu?
seperti inikah wujudnya?
gagahnya Ya Tuhan..
senyuman mereka..
wajah teguh itu..
seragam kebanggaan itu..
Ya Rabbi..
tolong pertegas semuanya..
bukakan hati dan telinga saya selebar-lebarnya Ya Allah..
agar tak ada khilaf dalam penulisan ini-

"Anakku..
perkenalkan 12 putra bangsa yang begitu luar biasa ini..
saya rasa wajah mereka sudah tak asing lagi, bukan?
beliau-beliau ini lah nak yang telah sangat berjasa untuk bangsa ini..

"bapak-bapak..
salam hormat saya pribadi sekaligus mewakili bangsa ini..
terimakasih telah berjuang untuk Indonesia tercinta ini..
senang dan bangga bisa berhadapan dengan bapak-bapak di hari pahlawan ini"

begini nak, beliau-beliau ini datang bukan tanpa alasan..
selain karena ingin memperkenalkan diri, beliau-beliau pun ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin berguna untuk kemajuan bangsa ini ke depannya"

-saya tidak tahu perasaan apa ini..tapi rasanya luar biasa..sulit diungkapkan..
jantung berdetak tak beraturan..
airmata tak henti mengalir..
tapi inilah semuanya..
saya hanya harus menyampaikan..
Bismillah-

 salah seorang dari mereka mulai angkat bicara..

"Assalamualaikum..
sebelumnya saya mohon maaf jika kedatangan kami mengganggu..
tapi ini adalah waktu yang paling tepat untuk menitipkan sesuatu untuk bangsa ini..
berjuang untuk bangsa ini sekali lagi, tapi dengan cara yang berbeda..
perkenalkan nama saya *...* 

(maaf atas permintaan beliau saya tidak bisa menuliskan nama beliau di sini..tapi ketika anda membaca ini, saya harap anda-anda bisa menebak siapa sosok pria gagah ini)

kami datang kemari bukan untuk mengulang kisah sejarah yang pernah terjadi..
kau pasti sudah tahu bagaimana cerita tentang tanggal hari ini, 67 tahun yang lalu..
terlalu membosankan jika harus mengulang lagi dan lagi tentang sesuatu yang telah diketahui oleh seluruh pelosok negeri..
begini, nak..
*bolehkah saya menyapamu dengan sebutan seperti itu?*
-saya hanya bisa mengangguk-

begini, 
INDONESIA INI TIDAK LAHIR DENGAN MUDAH..

banyak hal yang telah dilewati oleh pendahulu-pendahulu kalian, termasuk kami di dalamnya..
banyak hal yang telah kami usahakan untuk ini..
jangan nilai kata-kata saya sebagai ungkapan ingin dibalas..
balas jasa atau apapun itu namanya tidak akan berguna tanpa adanya pembuktian nyata bahwa kalian yang ada sekarang mampu membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih luar biasa..
saya berbicara di sini mewakili 11 orang rekan saya dan 1 orang putra bangsa yang sangat hebat..
ingat nak, ini bukan permintaan balas jasa..
saya berkata seperti ini untuk membuat kalian berpikir bahwa banyak hal yang masih harus kalian perjuangkan untuk bangsa ini,
banyak hal yang masih bisa kalian gali,
dan banyak hal pula yang masih bisa kami dan kalian banggakan nanti..
mungkin kekecewaan kami telah terwakilkan melalui mulut beliau Sang Bapak Bangsa..
tidak perlu diulangi, kan?
perjuangan itu bukan melalui kata-kata saja nak,
hanya berbicara tanpa ada tindakan itu adalah hal yang sia-sia..
bermimpi itu harus, tapi yang lebih penting adalah mewujudkan mimpi-mimpi itu..
jangan ubah karakter bangsa ini..
jangan rusak kepribadian dan moral bangsa ini..

INDONESIA ADALAH NEGARA HEBAT!!

itu yang kami tahu dulu dan itu pula yang harus kalian ingat sampai nanti..
negara ini terlalu kuat untuk dikalahkan oleh keserakahan, nak..
tak perlu kalian ingat kami..
yang perlu kalian ingat adalah masa depan anak cucu kalian nanti..
kami tidak akan hidup di masa depan..
hanya nama kami yang mungkin diingat, walaupun nanti sedikit demi sedikit memudar..
tapi itu bukan masalah besar..
yang paling penting adalah kemajuan bangsa ini..
perjuangan kalian untuk bangsa ini..
kekuatan kalian untuk mempertahankan bangsa ini..
pernahkah kalian bangga terlahir di negara kaya ini?
coba pikirkan lagi mengapa kalian berharga..
kami hanya ingin kalian mengerti bahwa kalian lahir untuk satu alasan mulia..
menjadi khalifah di bumi dan menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk melakukan hal-hal baik..
masa depan bangsa ini ada di tangan kalian..
tentukan arah terbaik untuk bangsa ini, nak!"

-kalimat terakhir beliau (yang tak ingin disebutkan namanya) ini meluncur cepat dan diakhiri dengan senyum tulus yang........entahlah bagaimana mengatakannya..
tanpa menunggu lama, Sang Bapak Bangsa melanjutkan sedikit petuahnya..
kira-kira begini-

 "Sudah mengerti maksudnya?
sudah mengerti mengapa saya membawa 12 orang pejuang bangsa itu?
untuk ini nak..
untuk sebuah sentilan kecil terhadap kalian yang sedang berjuang untuk bangsa ini..
pernahkah kalian berpikir bahwa INDONESIA membutuhkan kalian?
pernahkah kalian mengerti bahwa INDONESIA ini harus dipertahankan?
ini pertanyaan sederhana..
tapi tolong temukan jawabannya melalui tindakan, bukan ucapan bual yang justru malah menghancurkan bangsa ini sampai ke akarnya..

"SELAMAT HARI PAHLAWAN, INDONESIA TANAH AIRKU..
PERSADA NUSANTARA, GAUNGKAN LAGI SEMANGAT CINTA NEGERI..
INI HARI BARU MAKA BUATLAH LANGKAH BARU..
PARA PAHLAWAN BUKAN HANYA UNTUK DIINGAT, WAHAI PEMUDA BANGSA..
PARA PAHLAWAN HANYA MEMBUKA PINTUNYA, TAPI TUGAS SELANJUTNYA KALIANLAH YANG HARUS MENYELESAIKAN..
JALAN UNTUK SEBUAH PERJUANGAN TIDAK AKAN PERNAH MUDAH..
JIKA JALANNYA MUDAH, ITU BUKANLAH PERJUANGAN, MELAINKAN HANYA SEBUAH PERMAINAN..
BANGKIT DAN BERJUANGLAH UNTUK KALIAN..
DARI INDONESIA, OLEH INDONESIA DAN UNTUK INDONESIA"



tertegun lagi dan tak mampu berkata-kata..
10 November 2012
Selamat Hari Pahlawan..
-JAS MERAH-

Minggu, 28 Oktober 2012

chapter 281012, 00:01

Assalamualaikum..
Bismillahirrohmanirrohim..
saya tidak tahu harus menyebut ini apa..
tapi beliau datang malam ini, dengan seragam coklat mudanya, lengkap dengan kopiah hitam, sepatu hitam dan tongkat hitam berkepala emas..
entah apa yang harus saya katakan..
semoga bisa menjadi bahan perenungan..

28 Oktober 1928

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
 Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
 Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

"masih ingat tiga kalimat itu,nak?

dulu..tiga kalimat itu bermakna luar biasa untuk para pemuda..
hanya dengan tiga kalimat itu bisa mengobarkan dan membakar lagi semangat yang hampir meredup..
tiga kalimat yang dirumuskan dengan perjuangan, darah dan semangat persatuan
tiga kalimat yang membuat saya begitu bangga menjadi pemimpin bangsa ini..
tiga kalimat yang membuat saya merasa begitu hebat karena menjadi bagian dari bangsa ini..
tiga kalimat yang tak pernah padam dalam jiwa-jiwa para pemuda..
tiga kalimat yang membuat para pemuda bangsa ini rela mempertaruhkan nyawanya..
hanya untuk satu nama..
INDONESIA..
tiga kalimat itu terasa begitu megah pada waktu itu..
terlihat betapa kokohnya pertahanan bangsa ini melalui semangat para pemudanya..
terlihat betapa berkuasanya negara ini karena memiliki pemuda-pemuda yang sangat mencintai bangsanya..
tapi sekali lagi..
itu dulu..
DULU, nak..DULU..

sekarang?
tanyakan kepada anak-anak sekolah..
apakah mereka masih mengingat tiga kalimat ini?
apakah mereka masih mengingat kapan tiga kalimat ini dirangkai dengan sedemikian indahnya?
apakah mereka masih mengingat bagaimana perjuangan untuk merumuskan ini?
apakah mereka mengerti maksud yang tersirat dalam tiga kalimat ini?
rasanya tak perlu dijawab..
karena mungkin hanya akan memunculkan kekecewaan saya terhadap para pemuda yang ada pada saat ini..
haruskah saya marah?
entahlah..
tapi saya kecewa..
mana pemuda yang bermental baja?
mana pemuda yang mampu menerima hantaman keras?
mana pemuda yang berani memperjuangkan bangsanya?
mana pemuda yang pantang menyerah?
mana pemuda yang saya butuhkan untuk mengguncang dunia?
mana pemuda yang mampu mengubah masa depannya?
negeri ini terpuruk nak,jatuh terlalu dalam,lukanya pun terlalu parah..
entah harus dibenahi dari mana..
tiang-tiang kokoh yang dulu saya harapkan dapat bertahan melawan arus perubahan perlahan-lahan rapuh dan hancur..
siapa yang akan menopang bangsa ini?
dan apakah kau tau apa yang merusaknya, nak?
KEKUASAAN..
kekuasaan yang disalahgunakan..
saya marah?
tidak!
maaf untuk nada bicara yang tinggi dan suara yang sedikit lebih keras dari biasanya..
tapi ini wujud kekecewaan saya terhadap punggawa-punggawa bangsa ini..
siapa yang mewakili siapa?
rakyat yang mewakili penguasa, atau penguasa yang mewakili rakyat?
mana yang lebih baik?
dijajah bangsa asing atau dijajah bangsa sendiri?
menurut saya,yang kedua lebih baik..
ingin tahu alasannya?
karena saat dijajah bangsa asing dulu,seluruh rakyat Indonesia bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan terbebas dari jajahan..
tapi sekarang?
dijajah bangsa sendiri dan tercerai berai..
penguasa bangsa ini mementingkan kekuasaannya sendiri..
pernahkah berpikir tentang calon-calon pemuda harapan bangsa yang hidupnya serba kekurangan?
tanya mereka, para penguasa itu, kapan mereka akan memerdekakan bangsanya?
yang saya lihat,tidak ada lagi keinginan seperti itu dalam diri penguasa yang ada sekarang..
ingin tahu yang saya rasakan?
MALU!!
malu kepada mereka yang dulu memperjuangkan semua yang kalian nikmati saat ini..
saya terlalu berambisi untuk memerdekakan seluruh rakyat dan bangsa ini..
tapi tidak pernah terlintas di pikiran saya jika kemudian bangsa ini hancur oleh keserakahan penguasanya..
saya tidak menyesali semua yang telah diperjuangkan oleh para pemuda dan pahlawan-pahlawan bangsa..
tugas mereka telah selesai..
mempertahankan memang selalu lebih sulit dari pada merebut..
dulu yang diperjuangkan adalah kepentingan bersama,meredam ego dan berjuang bersama..
tapi sekarang memperjuangkan kepentingan dan ego pribadi hingga mengenyampingkan kemaslahatan bangsa..

SEPERTI INIKAH WUJUD INDONESIA TERCINTA?

 entah siapa yang salah,tapi siapapun itu,bangsa ini harus segera dibenahi..
saya tidak meminta apa-apa selain harapan besar kepada para pemuda agar kembali pada pedoman sumpah pemuda..
ubahlah bangsa ini, anak-anakku..
perbaiki semua yang salah..
benahi semua yang tidak pada tempatnya..
selesaikan apa yang belum sempat saya dan mereka selesaikan..
lanjutkan perjuangan kami demi benih-benih bangsa selanjutnya..
jangan biarkan bangsa ini terpuruk seperti ini..
kesedihan saya,kekecewaan terbesar saya adalah jika bangsa ini harus hancur tanpa dijajah..
kalian pasti mengerti maksud saya..
saya akan sangat kecewa jika nanti anak cucu dan benih-benih bangsa selanjutnya tidak mengenal lagi bangsa ini..
ini INDONESIA kita,nak..
ini bangsa kita..
ini milik kita..

BANGSA INDONESIA INI MILIK KITA..

jagalah, perbaikilah, pertahankanlah..
anak-anakku, pemuda-pemudi harapan bangsaku, berbuatlah sesuatu,nak..
berjuanglah bersama..
kembalikan semangat yang sempat hilang..
anggaplah saya ayah yang memohon kepada anaknya..
buatlah saya dan mereka bangga kepada kalian..
biarkan mereka yang ingin menghancurkan bangsa ini,tapi jangan ikuti jejak mereka..
kalian mampu,kalian bisa dan saya percaya..
jadilah pemuda yang berguna untuk nusa dan bangsa..
jadikan momentum sumpah pemuda kali ini sebagai awal pencerahan dan langkah baru untuk Indonesia yang lebih baik, untuk Indonesia yang benar-benar merdeka"

"JADILAH MANUSIA-MANUSIA YANG TERBENTUK OLEH PROSES PENDEWASAAN ALAM..
YANG PERCAYA KEPADA DZAT YANG MAHA ESA,
MAHA TINGGI, MAHA SEMPURNA...
JADILAH MANUSIA TERBAIK YANG MAMPU MEMBENTUK MANUSIA-MANUSIA LAIN MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK..
JADILAH PEMUDA YANG BERANI BERMIMPI BESAR,
YANG BERANI MELANGKAH LEBIH JAUH,
YANG BERANI BERPIKIR LEBIH KERAS,
YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEGALA TINGKAH LAKUNYA..
JADILAH PEMUDA YANG BERILMU DAN BERAKHLAK MULIA..
DAN JADILAH PEMUDA YANG MAMPU MENJADI KEBANGGAAN BANGSA"



terdiam,merenung dan ingin menangis..
harapan besar telah beliau titipkan di bahu para pemuda yang ada sekarang..
tidak ada intro dan hanya sedikit penutup..
saya seperti kehilangan kata-kata..
semua kata terhenti di tenggorokan dan tak satupun yang mampu terucap..
melihat tatapan berkharismanya, mengorbankan wibawanya untuk memohon kepada pemuda-pemuda bangsanya..
dan yang paling saya ingat malam ini, mata tajam itu berkaca-kaca..
oh Bapak Bangsa..
di mata saya, Bapak selalu luar biasa..
terimakasih untuk malam ini..
ini renungan besar..

Sabtu, 27 Oktober 2012

chapter 271012 - manusia yang diTuhankan??

Assalamualaikum..
lama tak berkunjung kemari..
hari ini mungkin ada sedikit cerita yang harus dibagi..
mengungkap sedikit cerita tentang beliau yang dulu pernah jadi orang nomor 1 di negara ini..
hanya sedikit, sebagian kecil hal yang tak terungkap..
here we go..

Bismillahirrohmannirrohim..


Soekarno - The Untold Stories..

"kehidupan pribadi saya hanya satu, yaitu hubungan saya dengan Tuhan..
tidak ada yang tahu kecuali saya..
hampir semua hal tentang saya diketahui rakyat, tapi tidak untuk hal yang satu itu..
bukan tanpa alasan, tapi memang lebih baik saya tutupi..
silahkan berspekulasi, tapi Tuhan tahu seperti apa dan bagaimana saya..
rakyat mengagungkan saya, tapi satu hal yang mereka lupakan, bahwa saya hanyalah MANUSIA..
yang terjadi saat ini adalah terlalu banyak manusia yang merasa punya kuasa sehingga merasa pantas untuk diagungkan..
lupa kodrat?
salahnya di mana?
manusianya atau sistemnya?
mengapa manusia harus mengagungkan manusia lain padahal mereka sama-sama ciptaan Tuhan?
kalau sudah begitu, lantas posisi Tuhan ada pada urutan ke berapa?
saya tidak tahu entah harus malu, sedih, tertawa atau marah melihat semua ini..
inikah balasan yang pantas untuk mereka yang telah berkorban harta bahkan nyawa dengan darah dan airmata?
miris!!
NEGERI INI HARUS DIBENAHI"

saya terpaku mendengar monolog beliau tengah malam tadi..
merinding, tak tahu harus berkata apa..
pertanyaan-pertanyaan retorik yang beliau utarakan seperti memojokkan pikiran saya..
miris?
ya..miris..
beliau kecewa?
mungkin..
atau sangat?
entahlah..
kepala saya dipenuhi tanda tanya besar, banyak tanda tanya yang belum terjawab..
tapi kalimat-kalimat ini mau tidak mau memaksa otak saya untuk berputar lebih cepat,
berpikir lebih keras dan lebih jauh dari biasanya..
apakah ada maksud lain yang ingin beliau sampaikan?
saya belum mampu menangkap maksud yang lebih jauh dari ini..
tapi fenomena yang terjadi sekarang mungkin bisa sedikit menjawab..

"manusia yang mengagungkan manusia lain" 
"lantas posisi Tuhan ada pada urutan ke berapa?"

retorik tapi penuh makna..
jawaban apa yang bisa saya berikan, Pak?
saya tidak punya jawaban..
bisa rasakan kebingungan saya saat ini?
silahkan anggap saya gila, berimajinasi tinggi atau apapun namanya..
untuk kesekian kalinya saya katakan bahwa ini hanyalah tulisan saya untuk menyampaikan maksud yang kadang tak terucap..
saya menulis bukan untuk membuat siapapun yang membaca ini menjadi terlalu percaya atas apa yang saya alami, saya lihat, saya dengar dan yang saya rasakan..
kepercayaan tertinggi hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT, Sang Pemilik Hidup,
Sang Pencipta saya dan kalian serta segala yang ada di dunia..
semoga tulisan ini bisa menjadi sedikit bahan renungan agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik..


Sabtu, 12 Mei 2012

chapter 120512, 18:12

Assalamualaikum..
saya kembali lagi duduk di depan layar ini..
tapi kali ini tidak untuk bercerita panjang tentang mereka di sana..
hanya untuk meredakan pergolakan batin yang terjadi dalam diri saya..
kali ini saya hanya ingin "menetralkan" semuanya..
berkali-kali saya katakan bahwa ini hanya tulisan saya, berdasarkan atas apa yang saya lihat melalui "penglihatan" lain yang Allah anugerahkan kepada saya..
saya menulis bukan untuk membuat anda-anda yang membaca ini percaya kepada penglihatan saya, tapi hanya untuk berbagi cerita tentang "mereka"..
agar kita bisa sedikit merasakan apa yang mereka rasa..
saya bukan Tuhan, jadi saya tidak bisa memastikan apa yang saya lihat..
saya hanya "melihat" dan membahasakan apa yang saya lihat..
menulis 4 chapter tentang "si burung besar" membuat hati saya begitu terenyuh..
sakit sekali ketika saya harus "melihat" sesuatu yang begitu memilukan, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa..
hanya bisa membuka mata, telinga dan hati selebar-lebarnya untuk melihat, medengar dan merasakan apa yang mereka rasakan di luar sana..
saya masih sama seperti kalian, masih berharap ada yang bisa bertahan, tidak semuanya meninggal, saya masih menunggu keajaiban Allah kepada salah 1, atau 2, atau 3 atau lebih..
saya masih berharap yang saya lihat itu salah, sama seperti harapan keluarga-keluarga korban di luar sana..
saya masih menganggap apa yang saya lihat hanya lah sebagian saja..
saya masih berpikir bahwa Allah hanya memperlihatkan sebagian rahasiaNya kepada saya..
saya masih berharap ada bagian lain yang tidak saya lihat, yaitu mereka yang selamat..
saya masih berharap Allah berkenan memperlihatkan sedikit rahasiaNya lagi kepada saya untuk melihat lebih banyak lagi tentang mereka yang masih bernyawa..
saya masih dan akan terus berharap sampai bapak-bapak yang bertugas di luar sana memastikan kebenarannya..
saya masih berharap yang terbaik untuk mereka..
"mereka" yang "berbicara dan menemui" saya beberapa hari ini mungkin mereka yang memang sudah tidak ada..
tapi saya ingin meyakini bahwa keajaiban Allah selalu ada..
saya masih ingin melihat ada yang selamat..
salah seorang dari "mereka" sempat berbincang dengan saya, hari ini, menjelang pagi tadi..
seorang pria, mungkin 40 tahunan, kulit coklat, namun saya tidak bisa menebak apa warna pakaiaannya karena hampir seluruhnya ditutupi "cairan merah"..
ceritanya kira-kira begini..

"hmmm..waktu itu, saya, istri dan anak-anak saya pernah menonton sebuah film..film itu bercerita tentang kecelakaan sebuah pesawat..pada saat itu saya sempat berujar, "kasian ya korban-korbannya, keluarganya pasti sedih"..lalu istri saya menjawab "semoga kita tidak mengalami yang seperti itu ya, yah"..saya hanya tersenyum mendengar itu..tapi adik lihat saya sekarang? saya mengalami hal yang sama dengan film yang saya tonton, dan keluarga saya di luar sana masih harap-harap cemas menanti kabar tentang saya..bagaimana bisa saya menyampaikan kepada istri saya? bagaimana mereka? istri dan anak-anak saya pasti sedih..tapi saya bisa apa? sudah takdirNya saya harus begini..tolong doakan saya ya, dik..doakan keluarga saya juga"

bisa anda bayangkan bagaimana perasaannya?
bisa anda bayangkan seperti apa keluarganya?
saya tidak berani membayangkan..
terlalu menyesakkan..
mendengarnya saja membuat hati saya terenyuh..
Ya Allah..

hmmm..
mungkin hanya ini yang bisa saya ceritakan tentang ini..
semoga Allah memudahkan jalan mereka yang sudah tiada..
semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan..
semoga semua jenazah yang meninggal bisa segera ditemukan..
jika masih ada yang bernyawa, semoga Allah memberikan kekuatan kepadanya untuk bertahan sampai tim penyelamat menemukannya..
dan semoga Allah melapangkan hati kita untuk terus berdoa untuk mereka..

semoga kalian beristirahat dengan tenang di sana..

Aamiinn..

chapter 120512, 00:57

selamat malam..
lagi-lagi saya harus menatap layar ini..
membiarkan jari-jari saya menari lagi di atas deretan huruf-huruf tak beraturan ini..
menyusun kata lagi, merangkai kalimat lagi..
tadinya saya ingin tutup mata, tutup telinga, tutup mulut..
tak mau lagi melanjutkan ini..
terlalu menyakitkan, terlalu mengerikan..
tapi saya lupa bahwa ada 1 organ yang tidak bisa saya tutup, HATI..
hati saya masih mendengar rintihan mereka..
hati saya juga masih melihat menderitanya mereka..
mereka yang kini terbujur kaku di segitiga hijau kota hujan itu..
Masya Allah..
ketika tulisan ini saya buat pun kepala saya seperti dihantam benda keras, sakit..
seperti memikul beban luar biasa berat..
"mereka" ingin saya membahasakan lagi apa yang saya lihat, apa yang saya dengar..
satu kata yang terjadi pada diri saya saat ini..
"merinding"

i think i'm totally insane!

tapi lagi-lagi, nurani terketuk untuk melanjutkan semuanya..
saya sadar, Allah memperlihatkan semua ini kepada saya untuk tujuan mulia..
tidak seharusnya saya mengeluh, tidak semestinya saya tidak mempedulikan mereka..
saya sudah melihat dari awal..
jadi saya harus menyelesaikannya..
sekali lagi, ini hanya tulisan saya..
tanpa makna, tanpa maksud menyindir, tanpa mengatasnamakan siapapun..
hanya saya dan Allah saja..
kebaikan Allah untuk memperlihatkan semuanya kepada saya dan kewajiban saya untuk mengikuti mauNya..
membahasakan ini lagi dengan cara sederhana..
membahasakan penglihatan saya dalam rangkaian kata..
mari berdoa saudaraku..
mari doakan mereka untuk memudahkan jalan mereka kembali padaNya..

Bismillahirahmanirahim..

masih di sisi segitiga hijau di kota hujan..
hari ini beberapa muntahan "isi perut" si "burung besar" berhasil ditemukan..
mereka telah di angkat dan ditempatkan di tempat yang lebih layak..
masih beberapa, belum semuanya..
lalu kemana yang lain?
kenapa "orang-orang" itu tidak mengangkat semuanya?
jawabannya masih samar, dengan banyak versi menurut "orang"nya masing-masing..
salah satu jawabannya "medannya sulit"
ya..memang sulit dijangkau..
tapi jeritan itu, tangisan itu, rintihan itu, penderitaan itu, ketakutan itu, semuanya lebih dari sekedar "sulit"..
MEMILUKAN..
ya..itu lah kata yang mewakili semuanya..
"kenapa kalian tak kembali ke tempat di mana seharusnya jiwa kalian berada?",tanyaku..
salah seorang di antara mereka menjawab, "tolong kami, kami ingin bersama keluarga kami"
Ya Tuhan..bagaimana bisa?
jiwa mereka telah terpisah dari raganya..
"bagaimana bisa kalian bersama keluarga kalian dalam keadaan yang sudah berbeda?",tanyaku lagi..
seorang pria setengah baya menjawab "bukan *bersama* dalam arti sebenarnya, yang kami maksud adalah kami ingin dikembalikan kepada keluarga kami, agar mereka tau bahwa kami benar-benar sudah tak ada lagi di dunia ini, kami ingin jasad kami dikembalikan kepada mereka..tolong temukan kami, utuh atau salah satu bagiannya"
aku tertegun..
ambigu..
"merinding"
suara-suara itu menyatu, mereka semua bicara, terdengar seperti suara lebah yang sedang berkumpul dengan kawanannya..
bagaimana bisa?
bagaimana bisa aku membantu mereka?
aku mungkin hanya bisa mendengar, hanya bisa melihat, hanya bisa membahasakan apa yang aku lihat dan aku dengar..
aku tidak bisa bertindak..
Ya Allah..harus beginikah caraMu mengambil mereka?
apa yang dikatakan oleh pria asing itu?
ia mencoba mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti maksudnya..
"katakan, katakan maksudmu, pak..katakan sesuatu yang bisa aku mengerti"
namun ia kemudian memilih diam dan berhenti bicara karena aku tak mengerti maksudnya..
Masya Allah..
seorang perempuan cantik tersenyum..
ia tidak meminta apa-apa selain doa..
bisik lirihnya terbaca "tolong doakan kami, agar kami ikhlas meninggalkan dunia ini..mungkin memang harus begini caranya..semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada keluarga kami"
kalimat tulus perempuan itu berbuah anggukan dari yang lain..
ya..mereka hanya ingin didoakan..
permintaan yang begitu sederhana.. 
perempuan itu mewakili semuanya..
siapakah dia?
senyum manisinya itu..tulus sekali..
dia tidak terluka, tapi kenapa dia "berbeda"?
perempuan itu kemudian berkata sambil menunjuk ke suatu tempat..
"lihat itu, itu jasadku, mba..lukaku parah kan?"
aku melihat ke tempat yang ia maksud..
Astagfirullahaladzim..
perempuan itu..perempuan itu terluka parah..
cairan merah hampir menutupi sekujur tubuhnya..
wajahnya hampir tak bisa dikenali..
dan..salah satu tangannya hampir terlepas dari tubuhnya..
aku melihat kembali wajah cantik itu..ia tersenyum dan berkata
"aku sudah mengikhlaskan diriku untuk kembali padaNya mba..inilah aku sekarang..
tolong doakan aku, tolong doakan kami semua yang ada di sini"
aku diam, tak ada 1 katapun yang meluncur dari bibirku..
mulutku merapat, tak mampu lagi bicara..
ternyata begini..
aku kemudian berusaha menyampaikan sesuatu..
hanya sedikit yang bisa aku katakan..
dan kata-kata itu pun meluncur begitu saja..
"insyaallah saya akan mendoakan kalian..semoga keluarga kalian diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan untuk melepaskan kepergian kalian..semoga mereka di luar sana juga berkenan mendoakan kalian..semoga Tuhan menempatkan kalian di tempat terbaik di sisiNya..beristirahatlah dalam damai"
mereka tersenyum, mereka mengangguk dan berucap "terima kasih"
tak ada lagi tangisan itu, tak ada lagi jeritan itu, tak ada lagi rintihan itu..
mereka kini terbebas dari penderitaan, dari kesakitan, dari kedinginan..
beristirahatlah dengan tenang, saudara-saudaraku..

semoga ini akhir dari cerita ini, tak ingin lagi ku dengar tangisan dan rintihan kalian..
bukan karena aku tak mau, tapi karena aku tak sanggup untuk itu..
aku tak tega..

Ya Allah Ya Rabb..aku yang lemah ini memohon segala kemuliaan dariMu untuk mereka..
tempatkanlah mereka di tempat terbaik di sisiMu..
hapuskan segala dosa mereka..
lakukan semua yang terbaik menurutMu untuk mereka dan untuk orang-orang yang mereka tinggalkan..
ini tulisanku untuk membahasakan maksudku..
hanya untuk sedikit berbagi cerita dari sisi yang berbeda..
semoga Allah memuliakan mereka, memuliakan kita semua..

Aamiinn..

Jumat, 11 Mei 2012

chapter 110512, 18:46

astagfirullahalazim..
masyaallah..
cuma kata-kata itu yang terucap ketika gambaran mengerikan itu melintas di kepala..
Allah terlalu baik memberikan anugerah luar biasa ini..
aku diperlihatkan lebih dulu dan lebih banyak tentang sesuatu yang belum dilihat oleh banyak orang di luar sana..
tapi penglihatan itu selalu menimbulkan pergolakan batin yang tak kunjung selesai..
seperti saat ini, detik ini, di depan layar ini, bersama deretan huruf-huruf ini..
berusaha mengumpulkan potongan-potongan puzzle yang berceceran tentang cerita "si burung besar"..
ini hanya lah tulisan saya..
tak bermakna..
tak bermaksud menyesatkan..
hanya sebuah penglihatan yang tak terduga..
mungkin hanya ini caranya..
mencoba mengungkap sedikit "rahasia" yang tersembunyi di sana, di sisi kiri segitiga hijau di kota hujan itu..

here we go..

Bismillahirrahmanirrahim..

siang itu, 090512
seekor "burung besar" terbang dengan gagahnya di angkasa..
mengudara, melanglang buana dengan anggunnya..
beberapa waktu setelah "burung besar" itu mengudara, entah karena apa ia seperti kehilangan kemampuannya untuk mengepakkan sayap-sayapnya..
burung itu mencoba terbang lebih rendah, tidak lagi mendekati angkasa, tapi di pertengahan bumi..
saat itu asap putih menutupi segitiga hijau di kota hujan itu..
asap putih yang menghalangi pandangan sang "burung besar"..
terbang rendah dari biasanya tidak membuat "burung besar" itu kehilangan keanggunannya..
"si burung besar" tetap terbang, menembus asap putih itu dengan pasti..
namun saat asap putih itu berhasil ia lalui, tebing batu menghadang di depannya..
kenapa ini?
ia berusaha untuk terbang ke arah yang berlawanan..
terlambat..sayap kirinya menghantam dinding berbatu itu..
tabrakan keras..
"burung besar" kehilangan keseimbangannya..
kepalanya pun menghantam tempat yang sama..
"burung besar" itu "pingsan"..
jatuh tak berarah..
sayap kirinya patah..
"isi perutnya" dimuntahkan ke udara, terhempas pasrah..
"burung besar" pun tak berdaya untuk mengepakkan sayapnya seperti semula..
sayapnya terluka parah..
bagaimana ini??
ia jatuh..
raksasa udara itu jatuh terhempas menghantam hijaunya sisi segitiga..
tubuhnya rusak..
sayap kanan dan ekornya pun patah..
dan ia memuntahkan lagi "isi perutnya" untuk kedua kalinya..
mereka, "isi perutnya", terhempas tak berdaya..
menghantam bongkahan-bongkahan keras tak bergerak..
cairan merah itu menetes, mengalir deras..
teriakan itu..
memekik tak berarah..
melengking memecah hari..
mereka terhempas, terjepit, terhimpit, tertusuk, terbentur..
mereka..tidak bergerak..
"burung besar" hanya bisa melihat dan tak kuasa mengangkat isi perutnya lagi..
lukanya terlalu parah..
sakit..sakit sekali..mereka terluka..terluka parah..
"tolooonnnggg.."
"Ya Allah.."
"Tuhaaannn.."
"mamaaa.."
teriakan itu..entah ditujukan untuk siapa..
mereka di sana..menunggu, menahan sakit, mencoba bergerak sebisanya..
tapi luka itu terlalu parah..
kenapa banyak yang tak bergerak?
waktu tak menunggu..
ia terus berjalan, berputar dan berhasil membuat segalanya gelap..
gelap..sakit..dingin..
langit menangis..
air matanya menetes dengan derasnya membasahi segitiga hijau..
udara ini menusuk, membuat luka-luka itu semakin sakit..
membuat cairan merah yang basah itu mengering dan membeku..
mereka di sana..
masih menunggu..
entah sampai kapan..
"Ya Allah..tolong kirimkan bantuanmu untuk kami", ucap salah seorang di antara mereka..
namun ucapannya hanya berhenti di tenggorokannya..
karena setelah itu ia diam dan menutup mata..
seorang pria dengan seragam putih berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh beberapa orang di sekitarnya..
apakah dia minta tolong?
apakah dia mengadu kepada Tuhan?
apa?
apa yang ia katakan?
lalu seorang perempuan cantik, perempuan yang sebelumnya cantik, berbaju biru compang camping dengan luka parah di wajah cantiknya, mulai berucap, "Tuhan,tolong kami".."Mama..aku takut di sini..aku ingin pulang, Mama"
seorang pria dengan suara terbata-bata, susah payah membuka mulutnya untuk mengucapkan beberapa kata..
yang terdengar hanya "anak-anakku, maafkan ayah tidak bisa lagi menjaga kalian..tubuh ayah sakit sekali nak..Ya Allah tolong jaga keluargaku..kuatkan istriku untuk menjaga anak-anakku tanpa aku"
pria lagi..ia menangis tanpa suara..mungkin ia takut, atau mungkin ia kesakitan..tanpa kata, tak ada yang terucap..cairan merah mengalir deras dari kepalanya, ia sekarat..
 perempuan muda dengan seragam hitam, menangis, ketakutan menguasainya..
dengan pelan ia berkata "mama..mama..mama"
seorang pria terbaring lemah di sisi kanan sayap "sang burung besar"
masih muda..
ia berkata "ma, jaga mereka untuk papa"
pria lagi, setengah baya, meringis kesakitan..
Ya Allah, ia kehilangan salah satu bagian tubuhnya..
ia terjepit dan terhempas dengan kerasnya..
ia menyerah, lukanya terlalu parah..
ia pergi tanpa kata..

Ya Tuhan..
mencekam sekali..mengerikan sekali..

mereka masih di sana..
adakah yang menemukan mereka?
jiwa mereka masih di sana..
tapi hari ini, jiwa-jiwa itu melayang dan kembali kepada pemilikNya..
mereka tak kuasa melawan kehendakNya..
tak mampu menentang garis takdirNya..
mereka pasrah, tapi tidak menyerah..
Tuhan memilih bertindak karena ingin mengurangi penderitaan mereka..
membawa mereka pulang tanpa luka dan cairan merah..

chapter 110512, 02:41

dini hari ini..
masih di sisi kiri segitiga di kota hujan itu..
kemana mereka?
mereka yang ku lihat kemarin?
dua orang pria dan satu wanita..
tak terdengar lagi rintihan pilu itu..
tak terdengar lagi bisik lirih itu..
tak terdengar lagi ratap penuh harap itu..
kemana mereka?
kenapa semuanya diam?
kenapa semuanya tak bersuara?
"burung besar" itu sudah terluka parah..
luka parah di kedua sayap dan ekornya..
ia lumpuh,sekarat,mati..
"burung besar" itu tak lagi bisa diselamatkan..
"isi perutnya" berceceran setelah dimuntahkannya dua hari lalu,di siang itu..
kenapa semuanya bisu?
beberapa jam yang lalu masih ku dengar rintihan memilukan dari perempuan muda itu..
tapi sekarang kemana?
kenapa perempuan itu diam?
kau kedinginan?
alam lebih berkuasa,seperti tak memberikan celah untuk sekedar menyampaikan suara..
udara ini dingin,terlalu dingin untuk mereka yang masih terjaga..
namun udara ini tak akan pernah bisa menyaingi dinginnya raga yang terbujur kaku itu..
semua seperti membeku..
Tuhan..
tidakkah Kau lihat mereka?
tak bisakah mereka diselamatkan?
mencekam sekali di sana..
membayangkannya saja membuat tubuhku bergetar..
bagaimana dengan mereka?
mereka di sana,masih di sana..
kaki segitiga itu menjadi saksi bisu bagaimana menderitanya mereka..
sakit..
luka-luka itu terasa begitu menyakitkan..
tak bisa kah Kau bawa mereka pulang,Tuhan?
menangis..
itu yang terjadi..
ketika satu-satunya "pejuang" yang masih tersisa di sana Kau ambil..
Kau bawa dia "pulang" ke rumahMu..
kau bawa mereka "pulang" ke istanaMu..
kenapa begini?
kenapa tak ada satu orang pun yang tersisa?
semua gelap,semua bisu,semua tak bergerak..
bulan pun nampak ragu memunculkan sinarnya..
sepertinya bulan berduka..
bulan melihat mereka dari atas sana..
namun bulan pun tak bisa berkata apa-apa..
hanya diam dan ikuti perintah..
dalam heningnya permulaan pagi,mereka di sana,terbujur tak berdaya..
mereka..tak bernafas..
binatang malam bersaut-sautan seolah memberi tanda..
tapi siapa yang mendengar?
siapa yang akan membawa mereka pulang?
dada itu tak lagi naik turun,tak ada lagi detak di sana..
semuanya bisu..
habis..

Kamis, 10 Mei 2012

chapter 100512, 08:53

sisi kiri sebuah segitiga di kota hujan..
di situ, iya di situ..
dingin..berembun..
ya..mereka di sana..
meringkuk, berlindung, terhimpit, entah bagaimana menemukannya..
tapi mereka di sana, sekarat..
pohon-pohon tajam siap menusuk dan menyobek tubuh "si burung besar"
hantaman batu-batu itu berhasil menggoyahkan kepakan sayapnya..
"burung besar" itu terluka parah dan memuntahkan "isi perutnya"..
lalu salah satu dari mereka mencoba merangkak menjauhi puing-puing "burung besar" itu..
menembus dinginnya pagi untuk mencari sedikit harapan hidup..
luka parah di salah satu kakinya membuatnya sulit bergerak..
bahkan untuk merangkak pun ia sulit..
menderita..sakit sekujur tubuh..miris..
satu orang lainnya, tak bisa bergerak..
ia terjepit di bawah sayap sang burung..
hanya bibirnya yang terus menerus bergerak..
mungkin ia berdoa..
ya..ia berdoa..
air mata itu..ia takut..
hanya 2?kemana yang lain?kenapa tak bergerak?
tidur?pingsan?atau..
apa itu?samar-samar seperti tertutup kabut..
kenapa harus di sana?tak terlihat..
rintihan itu, tangisan itu seperti semakin menjauh..
tak lagi terdengar..
mata itu tertutup..
bibir itu membiru..
tubuh itu bergetar..
dingin..sangat dingin..
tiba-tiba dari sisi yang berlawanan, sebuah suara minta tolong terdengar lirih memecah dinginnya pagi..
tak ada yang mendengar, tak ada yang peduli..
mereka pun pasrah, menunggu keajaiban Tuhan yang bisa menyelamatkan mereka..
beberapa burung lain terbang hilir mudik di atasnya..
burung-burung besar itu tidak melihat keberadaan mereka..
teriakan mereka pun seolah tidak berguna, tak mampu menjangkau kuatnya deru suara alam..
mereka diam lagi, meringkuk lagi, menangis lagi dan berdoa lagi..
seperti inikah rasanya?
ketakutan menghadapi keputusasaan..
merintih pasrah..
banyak di antara mereka terbujur kaku seperti beku..
diam tak bergerak..
darah bercucuran, luka menyayat dan perih..
tak ada tanda-tanda kehidupan..
hanya luka yang bercerita..
pasti sakit..
"adakah seseorang yang akan menolong kami?", ucap lirih seorang wanita muda..
tak ada jawaban, bahkan alam pun tak memberikan tanda..sunyi..
mencekam, mengerikan, dingin, tangis lirih, ratapan harap, rintih kesakitan, semuanya bersatu..
seperti mimpi buruk yang belum berakhir..
ingin segera terjaga dari ini..
hanya harapan, masih dan terus berharap, semoga ada keajaiban untuk mereka..
karena mereka "tak terlihat", seperti tertutup kabut gelap..
biarkan alam yang memberikan tanda, karena suara-suara mereka menghilang dan lenyap di udara, tak mampu menembus cakrawala..
diam lebih baik sepertinya..
semoga segera terlihat..
keberadaan mereka di sana, ketakutan yang melingkupinya..
semoga semuanya baik-baik saja..
dan semoga mimpi buruk ini segera berakhir..
"burung besar" ini mungkin tidak bisa diselamtkan, tapi setidaknya mereka bisa mengumpulkan "isi perutnya" yang telah tumpah ruah mencium tanah..

chapter 080512, 23:50

malam ini, 11.111 prajurit dikirim untuk menjaga 1 orang yang berada di pusat bumi..
dan "si putih" pun dengan gagahnya didaulat untuk memimpin ribuan pasukan itu dengan 1 alasan, untuk menjaga keselamatan "sang pembawa amanah"..
lalu pria tampan nan gagah itu pun datang, tersenyum simpul dengan tatapan yang sangat tajam..
senyum simpulnya seolah-olah berkata,menantang "sang pengganggu" dengan ucapan tegas, "silahkan, lakukan apa yang kalian mau, kami ingin tau sehebat apa kalian"
pria ini, pria tampan ini selalu membuat ku kagum..
ketampanannya, kesahajaannya, luar biasa..
sesaat kemudian, "sang anggun" datang dengan gaun hijaunya nan indah, tersenyum manis, masih dengan tatapan lembutnya, tak ada kemarahan di sana..
perempuan anggun ini, aku menyebutnya "wanita tercantik"..
ia memang cantik, sangat cantik..
entah kata apa yang bisa mewakili itu..
yang pasti ia lebih dari sekedar "cantik"..
gaun hijau itu, jubah emas itu, mahkota emas dengan batu hijau itu, rambut panjang yang terurai itu..
semuanya..sempurna!
lalu, seorang wanita cantik berbusana merah, bermahkota emas dengan mustika merah di tengahnya, ikut dalam rombongan itu..
melingkar dengan anggun disertai senyum manis di bibirnya..cantik..
aku baru melihat wanita ini, entah itu siapa, tapi perempuan itu cantik, sangat cantik..
berjalan pelan dengan kebaya kuning emasnya..
ia juga tersenyum..
perempuan lagi, dengan kebaya hijaunya..cantik..
tapi ada kemarahan di wajahnya..
temperamen, emosional, tapi tak kehilangan cantiknya..
tak lama, 2 orang pria tampan dengan beskap hitam lengkap dengan kopiahnya, berjalan beriringan..
wajahnya teduh, menenangkan..senyum itu..menawan..
pria lagi, setengah baya, dengan koko putih dan kopiah hitam..
badannya tegap, senyumnya menawan..
cuma 1 kata yang terucap : "assalamualaikum"
pria itu, pria berwajah teduh itu, pria yang begitu ku rindukan itu, pria yang ku kenal sepanjang hidupku itu, pria yang begitu menyayangiku itu, selalu luar biasa di mataku..
melihat wajahnya saja terasa cukup untuk menenangkan pergolakan batin dan ketakutan dalam diriku..
masih pria, berbadan tegap, dengan pakaian layaknya pria-pria zaman kerajaan dulu, lengkap dengan senjatanya, berjalan tergesa..
tatapannya dingin, matanya tajam, menusuk..
pria ini, emosinya selalu meledak-ledak..
tapi tak pernah kehilangan sisi baiknya..
lagi, seorang wanita 60 tahunan, berkebaya putih, cantik..
masih sama seperti terakhir aku melihatnya, bahkan lebih cantik dari pada dulu..
ia tersenyum..
senyumnya itu, senyum yang kurindukan beberapa tahun belakangan ini..
senyum yang dulu mampu meredakan tangis..
ya..wanita itu..
kelembutan hatinya, kesabarannya, kesederhanaannya..
Tuhan..tidak salah jika aku mengaguminya..
mereka telah berkumpul di sini, seolah pasang badan dan tetap tersenyum walau segala penjuru menghadiahkan serangan maha dahsyat..
mereka tetap di sana, bertahan dengan keyakinannya masing-masing..
mereka berkata "tak usah takut, jangan gentar..Dia di sana menjagamu setiap waktu..kami pun di sini sebagai perantaraNya untuk menjaga dan melindungimu"
tenang sekali, hanya beberapa di antara mereka yang terlihat kesal dan ingin marah..
namun yang lainnya tetap tenang dan mencoba menenangkan dengan "bahasa mereka"..
kemarahan itu kemudian mereda..mereka tersenyum lagi..
salah satu di antara mereka berkata, "semua akan baik-baik saja, percaya pada Tuhanmu"
aku, aku tidak takut!
aku tidak gentar dengan ini..
walau segala penjuru bersatu, namun aku tau Sang Pemilik Hidup lah yang paling berkuasa atas hidup dan matiku..
mereka tersenyum lagi..
salah satu di antara mereka berkata "keyakinan itu, nak..keyakinan itu yang kau butuhkan untuk mengalahkan semuanya"
lalu tanpa diduga, seorang pria gagah dengan seragam kebesaran dan tongkat komandonya pun datang..
wajahnya itu..
wibawanya terpancar jelas dari sana..
"orang besar" itu kemudian melangkah pelan menuju "kumpulannya"..
senyumnya tipis, suaranya berat, langkahnya teratur..
tampan, gagah, menawan..
aku selalu tertunduk ketika berhadapan dengannya..
tatapannya itu terlalu "membunuh"..
seperti kehilangan segala kekuatan saat menatapnya..
ketegasan dan kewibawaan yang sulit ditemui dalam diri "orang-orang besar" masa kini..
ia seperti hamba yang diagungkan..
namun dengan tegas ia menyatakan bahwa ia tetaplah hamba, hanya hamba dan akan tetap menjadi hamba..
kalimat tegas meluncur dari bibirnya..
"jadilah sebaik-baiknya pengemban amanah, anakku..jangan kalah hanya karena ancaman..kamu pasti bisa"
kemudian ia melanjutkan kalimatnya..
"ingat satu hal, nak..Tuhanmu jauh lebih hebat dari manusia-manusia itu..kalahkan mereka, lihat semua kelemahannya"
aku tertegun mendengar suara itu, mencerna kalimat itu..
dengan berani aku tegakkan kepalaku, tersenyum dan kemudian berkata "insyaallah, ayah"
ia hanya membalas senyumanku dengan satu anggukan pasti..
akhirnya mereka pun menyudahi pertemuan itu..
semuanya sudah kembali normal..
senyum-senyum itu tetap ada di bibir mereka..
mereka pamit..
aku mengantar kepulangan mereka ke tempatnya masing-masing..
sebelum pergi, serempak mereka mengucapkan salam..
suara-suara lembut itu, selalu menenangkan..
aku tersenyum lega, mengucap syukur tak terhingga kepada Sang Maha Kuasa..
ternyata begini rasanya..
keberadaan mereka untukku, atas izinNya..
ya..semuanya akan baik-baik saja..
terima kasih untuk malam ini..
terima kasih untuk kunjungan dan penjagaannya..
terima kasih..
kita hadapi ini bersama..
ini belum berakhir..
chapter baru pun dimulai dari titik ini..
dengan mereka dan Dia, aku yakin aku bisa hadapi dunia, dengan perlindunganNya..